About my Blog

But I must explain to you how all this mistaken idea of denouncing pleasure and praising pain was born and I will give you a complete account of the system, and expound the actual teachings of the great explorer of the truth, the master-builder of human happiness. No one rejects, dislikes, or avoids pleasure itself, because it is pleasure, but because those who do not know how to pursue pleasure rationally encounter consequences that are extremely painful.

Kamis, 19 Mei 2011

Jangan "Ngopi" Sesudah Makan


KOMPAS.com — Seusai makan siang atau makan malam yang nikmat memang makin lengkap bila diakhiri dengan secangkir kopi lezat. Namun, para peneliti dari University of Guelph di Canada memperingatkan, minum kopi setelah mengonsumsi makanan berlemak bisa meningkatkan kadar gula darah hingga dua kali lipat.
Rupanya, lemak memengaruhi kemampuan tubuh untuk memroduksi insulin dan mendistribusikannya ke otot-otot sehingga memicu gula darah naik ke tingkat yang berpotensi membahayakan.

"Akhirnya kami mendapati bahwa lemak dan kopi berkafein bisa merusak komunikasi antara usus dan pankreas, yang bisa menyebabkan kita tidak bisa membersihkan gula dari tubuh dengan mudah," kata penulis studi ini, Marie-Soleil Beaudoin.

Tim peneliti mendapati bahwa mereka yang meminum dua cangkir kopi berkafein lima jam setelah mencerna minuman berlemak akan mendapati bahwa kadar gula darahnya 32 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak mengonsumsi makanan atau minuman berlemak. Dalam pengujian berikutnya, terlihat bahwa kadar gula darah meningkat hingga 65 persen dibandingkan ketika responden tidak mencerna lemak dan kopi berkafein.

"Kami sudah mengetahui selama bertahun-tahun bahwa orang dengan risiko diabetes tipe dua seharusnya membatasi asupan kafein. Namun, bila membatasi asupan lemak jenuh yang terdapat pada daging merah, daging olahan, dan makanan cepat saji, serta memilih kopi yang non-kafein, itu bisa memperbaiki toleransi glukosa," ujar Marie-Soleil.

0 komentar:

Posting Komentar